Berhentilah Mengikuti Jejak Langkahku, Dan Berdamailah Dengan Dirimu
Berhentilah mencintaiku, karena
aku sudah tidak hidup di masa itu begitu juga denganmu. Kita sudah tidak hidup
di masa saat aku dan kamu menganggap dunia ini hanya milik kita berdua. Aku,
dengan duniaku yang baru tanpa adanya sangkut pautnya dengan dirimu. Semua
tentangmu sudahku simpan rapi dalam arsip relung hatiku yang terdalam, tak akan
aku buang tapi juga tak akan aku ambil kembali dan mengisinya dengan lembaran
kenangan bersamamu lagi. Mungkin hanya akan aku baca sesekali, sekedar untuk menoleh
bahwa kita pernah bahagia bersama. Begitu juga denganmu, hiduplah dengan
duniamu yang baru tanpa diriku.
Berhenti menghukum dirimu dengan
penyesalan-penyesalan buruk itu, semua ini terjadi karena keputusanmu sendiri.
Kamu yang menginginkan ikatan kita berakhir, tapi kamu pula yang mengharapkan
kita terikat kembali. Bukannya aku tidak ingin, aku pun menginginkannya. Tapi,
rasanya percuma saja kita kembali terjalin dalam satu tali yang sama lagi kali
ini. Karena kita sudah berulang kali menjalin kembali, namun selalu saja kamu
yang memutuskannya. Meski lelah harus mengulang dari awal tapi aku selalu
berusaha melangkah namun kemudian kamu putuskan kembali tali itu, selalu
begitu. Maaf, untuk permintaanmu kali ini aku tidak ingin mengabulkannya.
Berdamailah pada dirimu sendiri,
berdamailah pada hati dan perasaanmu. Dengarkan isi hatimu, apa yang ia
katakan. Bisa saja kamu sebenarnya tidak mencintaiku, mungkin kamu hanya takut
kehilangan sesosok orang yang selalu ada saat kamu butuh tempat berteduh,
mendengarkan saat kamu ingin berkeluh, dan menemanimu saat terjatuh. Tapi
sayangnya kamu tidak selalu menyertakanku saat kamu tertawa bahagia, dan itu
ntah dengan siapa. Atau kamu hanya takut tidak lagi memiliki orang yang selalu
menerima kekuranganmu, memaklumi semua keterbatasanmu, dan selalu memaafkan
kesalahanmu. Mungkin saja.
Aku telah berdamai dengan diriku,
telah aku persiapkan lembaran – lembaran baru yang bisa kutuliskan kisah yang
akan ku lalui, menyusun puzzle hati serta perasaan yang sempat kamu porak –
porandakan yang kini hampir utuh kembali,
dan aku siap untuk melangkah menjalani hidup baruku. Kumohon diamlah
sejenak ditempat kamu berdiri, jangan mengikuti langkahku lagi. Karena hadirmu
akan menghancurkan semua upayaku untuk melupakanmu. Kamu tak pernah tahu
seberapa keras usahaku untuk bisa berada dititik ini, badai apa yang
menghadangku untuk bisa sampai disini. Bukan hal mudah dan bukan juga waktu
yang singkat.
Tolong, berhentilah mengusik duniaku. Bukan hanya lelah, tapi aku takut
kehadiranmu akan menghancurkan hidupku lagi
Berhentilah Mengikuti Jejak Langkahku, Dan Berdamailah Dengan Dirimu
Reviewed by ngshtrns
on
January 22, 2017
Rating:
Reviewed by ngshtrns
on
January 22, 2017
Rating:

